SURABAYA – Semangat keingintahuan anak-anak terhadap dunia fauna kembali difasilitasi lewat wadah edukasi sains yang menyenangkan. Pada hari Minggu (22/2), Bionas.lab sukses menggelar program interaktif bertajuk kelas "Junior Animal Scientist" yang diikuti oleh 8 peserta cilik yang antusias.
Berbeda dengan kelas berskala besar, sesi kali ini dirancang secara eksklusif dan intim. Dengan jumlah peserta yang terbatas, setiap anak mendapatkan bimbingan yang lebih personal dan waktu yang lebih panjang untuk bereksplorasi.
Berlokasi di lingkungan kampus Universitas Airlangga, kedelapan ilmuwan cilik ini diajak menyelami dasar-dasar zoologi secara langsung. Keseruan memuncak ketika mereka berkesempatan mengamati dan berinteraksi dengan dua "guru tamu" spesial hari itu: kelinci yang berbulu lembut dan kura-kura dengan tempurungnya yang unik.
Mereka tidak sekadar duduk mendengarkan teori, melainkan diajak membandingkan langsung anatomi dan perilaku kedua hewan tersebut. Anak-anak belajar memahami fungsi tempurung pelindung pada kura-kura, cara kelinci bergerak, hingga mempraktikkan cara menyentuh dan memberi makan satwa dengan aman dan penuh kasih sayang.
"Dengan format kelas yang lebih kecil, anak-anak terbukti lebih berani untuk melontarkan pertanyaan kritis dan menceritakan hasil observasi mereka terhadap kelinci dan kura-kura. Fokus utama kami adalah memastikan setiap anak bisa merasakan pengalaman sains yang utuh dan membangun ikatan empati dengan makhluk hidup di sekitarnya," ujar Tim Bionas.lab.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para siswa tampak tidak ragu menyentuh hewan secara langsung. Rasa takut atau ragu yang mungkin awalnya ada, perlahan berubah menjadi kekaguman dan rasa peduli berkat pendekatan fasilitator Bionas.lab yang ramah anak.
Kesuksesan kelas "Junior Animal Scientist" ini semakin mengukuhkan peran Bionas.lab dalam memasyarakatkan sains sejak usia dini. Melalui kegiatan praktik langsung yang dikemas dengan penuh keceriaan, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap kelestarian ekosistem.