Rayyan Sandyatama, Homeschooler 10 Tahun Ajak Anak-Anak Jadi "Ahli Serangga" di Bionas Lab Unair

BIONAS LAB BOG

Surabaya, 26 Januari 2026 – Gedung Inkubator Bisnis Universitas Airlangga kemarin (25/1) dipenuhi antusiasme anak‑anak yang penasaran dengan dunia insekta. Bionas Lab berkolaborasi dengan Cilukbug! sukses menggelar acara edukatif bertajuk “Insect Museum: Sehari Jadi Ahli Serangga”.

Hal yang menarik perhatian, pemateri utama dalam lokakarya ini bukanlah dosen atau peneliti senior, melainkan Rayyan Sandyatama, seorang siswa homeschooling yang baru berusia 10 tahun.

Cilukbug merupakan proyek inisiatif Rayyan yang dimulai sejak ia berusia 9 tahun. Bermula dari rasa penasaran dan kekagumannya terhadap bentuk, warna, serta keunikan serangga, Rayyan mengembangkan hobi ini menjadi sebuah gerakan edukasi. Melalui Cilukbug, ia rutin berbagi cerita seru, menggelar diskusi santai, hingga menjual merchandise bertema serangga di berbagai bazaar.

Misinya sederhana namun mendalam: Rayyan ingin agar semakin banyak orang yang mengenal, tidak takut, dan bisa menghargai keberadaan serangga apa adanya.

Event Cilukbug ini dihadiri oleh siswa usia 7‑14 tahun, Rayyan memandu teman‑temannya untuk mengamati berbagai awetan serangga unik seperti katydid, leaf insect, dung beetle, hingga orb weaver.

Tak hanya melihat, para peserta juga diajak menyelami anatomi tubuh serangga dan habitat aslinya. Puncaknya, peserta mendapatkan pengalaman langka: belajar teknik mengawetkan serangga (insektarium) secara mandiri menggunakan spesimen serangga mati yang mereka bawa dari rumah, seperti semut, nyamuk, atau kumbang.

“Kolaborasi Bionas Lab dengan talenta muda seperti Rayyan membuktikan bahwa sains bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan oleh siapa saja, bahkan diajarkan oleh anak‑anak untuk anak‑anak,” ujar perwakilan Bionas Lab.

Acara ditutup dengan sesi kuis interaktif yang semakin menambah keceriaan para peserta yang hadir di markas Bionas Lab tersebut.

Posting Komentar